Postingan

Sedekah Gak Nunggu Kaya

Gambar
Dulu ada namanya Habib Abdulloh  Al-Idrus,Habib Abdulloh Bin Abu Bakar  Al-Idrus,beliau marah jika di panggil indrus beliau kaya raya beliau itu jika turun dari kuda naik karpet merah,beliau setiap datang tamu dihitung berapa banyak tamunya naik anak tangga,jika tamunya naik 5 (lima) anak tangga di potong 5 (lima) ekor kambing kalo tamunya naik 3 (tiga) anak tangga maka di potongkan 3 (tiga)ekor kambing karna sangat kayanya beliau.Suatu hari datang tamu berapa anak tangga yang ia naiki 7 (tujuh)dipotongkan 7 (tujuh)ekor kambing."Tamunya heran". Luar biasa ini habib  setiap tamu yang datang dihitung anak tangga jika tamunya naik 3 maka dipotongkan 3 ekor kambing saya tidak pernah ketemu habib dermawan seperti ini,"ujar tamunya".Dan kata Habib Abdulloh kamu salah ada yang lebih kaya dari saya,saya tidak ada apa-apanya ada yang lebih kaya saya punya adik namanya Husain coba kamu liat,"aduh kalo kakaknya  kaya gini gimana adiknya yang lebih kaya"(u...

Mahkota Surga

Gambar
Gelap!! Sangat gelap.. menakutkan.. Ayah ibu dimana aku? kenapa semuanya menjadi gelap? Aku berteriak sekencang mungkin karena yakin sekali hari itu tepat siang jam 12.00 tetapi kenapa gelap sekali? Mendengar teriakanku, ayah dan ibu berlari tergopoh-gopoh menghampiri, mereka memelukku sambil terisak, kenapa mereka menangis apa yang sebenarnya terjadi? ini mimpi? aku menampar wajahku berkali-kali tapi ini nyata. Situasi ini membuatku semakin bingung dan cemas, tak butuh waktu lama aku terisak dengan mereka. O iya. Namaku Adi. Aku anak tunggal, kelas 7 sekolah menengah pertama. Hobiku bermain bola maka setiap sore hari aku bermain dilapang bersama teman-teman. Tidak ada yang istimewa dariku  ataupun kedua orang tuaku, semuanya berjalan seperti biasa saja sampai tragedi hari yang sangat menyedihkan itu terjadi. Mataku benar-benar tidak bisa melihat, maka ayah dan ibu segera membawaku ke rumah sakit dan merawatku dengan penuh kasih sayang. Mereka selalu menemani setiap saa...

Cinta Dalam Doa

Sudah menjadi kebiasaanku akhir-akhir ini, begitu sampai ke sekolah aku selalu menyempatkan diri berkunjung ke perpustakaan sekadar untuk membaca buku atau hanya duduk menyendiri sambil  berharap dia lewat di koridor sekolah. Sudah terhitung dua hari aku tak melihatnya.  Kriingg ... Bel pun berbunyi, aku bergegas pergi ke kelas.  Seperti biasa kursinya masih kosong. “Ke mana dia?” gumamku dalam hati.  Entah sebuah kebetulan atau apa, tiba-tiba dia yang kubicarakan tadi itu datang juga.  Dia pun langsung duduk di kursinya tepat di seberang sebelah kiri tempat dudukku.  Tiba-tiba, Azizah sahabatku datang menghampiriku . “Assalamualaikum Nis, aku perhatikan dari kamu dari tadi senyum-senyum sendiri, kenapa?” tanyanya seraya duduk di sampingku.  “Waalaikumussalam, gak apa-apa kok, cuma lagi senang aja,” jawabku sambil tersenyum.  Aku melihat Azizah mengangguk paham, kemudian dia pun kembali fokus dengan buku novel yang berada di genggaman nya. Aku pun...

Kacamata Hati

Gambar
Hati juga perlu kacamata, terkadang ia salah menilai. Remang-remang melihat kebaikan tetapi  sangat jelas ketika keburukan yang dilihatnya. * * *                              "Dasar sok alim!” cibirku ketika melihat postingan Lubna, teman sekelasku yang  jilbabnya persis seperti perempuan-perempuan padang pasir.  Berjilbab itu bukan ketika sudah baik, tapi ketika sudah baligh.  Begitulah postingan yang kini terpampang jelas di layar ponselku. Apa dia sedang  menyindirku? Aku memang belum sanggup untuk berjilbab, karena menurutku jika seseorang sudah berjilbab maka harus disertai dengan akhlak yang baik tanpa cela. Sedangkan aku?  Akhlakku masih jauh dari kata baik, lebih baik hati dulu saja yang memakai jilbab, kalau kepala itu perkara mudah untuk dipakaikan jilbab, kira-kira seperti itulah yang ada dipikiranku saat ini.  Angkutan umum yang kutumpangi berhenti tepat ...

RANIAH "aku adalah wanita paling Rapuh"

Gambar
"Ibu jangan so'ngatur hidup aku dong! Aku ya aku,ibu ya ibu. Aku sudah dewasa bu, mau aku keluar malam kek, mau ngapain kek, ya terserah aku! Ibu diam saja dirumah jangan memikirkan ku!" sentak Raniah sambil menunjuk-nunjuk ibunya yang berdiri dihadapannya sambil memegang tangan Raniah.  Cerita ini dimulai ketika Raniah beranjak dewasa yang sudah menginjak umur 18 tahun dan mengenal dunia luar. Ia adalah gadis yang dibesarkan dari keluarga yang sederhana dan menjungjung atau mengutamakan sekali ilmu ilmu islam. Ayahnya yang bernama Ahmad Suryani itu adalah seorang petani sekaligus penasehat agama dikampungnya, lalu ibunya yang bernama Sukma Wijaya itu adalah seorang penjahit yang tidak seberapa penghasilannya. Raniah tidak memiliki saudara, baik itu kakak ataupun adik karena dia adalah anak tunggal. Raniah adalah gadis yang periang, sopan, dan bertatakrama yang baik sesuai dengan ajaran ayah dan ibunya. Mulanya ia begitu, namun sekarang keadaan berbanding terb...

Hijrah

Di salah satu meja di cafe terdapat dua gadis dengan tampilan berbeda yang satu menggunakan baju yang tertutup dari ujung rambut sampai ujung kaki,sebut saja dia tasya gadis yang sudah memutuskan untuk menutup aurat nya menjalankan perintah agama. dan gadis satunya lagi adalah zahra,gadis dengan rambut sebahu serta pakaian yang belum sepenuhnya menutup aurat,zahra belum mantap menuju tahap itu. Zahra memandang lawan bicaranya dengan senyum tersirat di wajahnya, sudah lama mereka tidak bertemu. “Ada apa ra,kenapa mendadak mengajak bertemu?” tanya tasya serasa meneguk minumannya  “Boleh aku bertanya sesuatu?” Zahra menggigit bibir bawahnya,tangannya menggempal dan bergemetar tapi rasa penasarannya lebih besar dari pada kegelisahannya “Tentunya. Kamu baik-baik saja,buka?” tasya terlihat khawatir dengan raut wajah zahra yang gelisah “Apa alasan mu menggunakan hijab?” pertanyaan yang berarti bagi zahra Tampak jelas senyum kecil terukir di wajah mungil tasya ,dia mengerti alur pembicaraa...

Teruslah berdoa

Al kisah ada seorang dokter bedah yang sangat terkenal bernama dokter Hisham, dia terburu-buru untuk menghadiri Konferensi Ilmiah Internasional yang dimana prestasi besarnya di bidang kedokteran akan dihormati.  Secara tiba-tiba setelah satu jam penerbangan keluar pengumuman sebuah pesawat mengalami kerusakan besar disebabkan petir dan akan melakukan pendaratan darurat di dekat bandara, sang dokter pergi ke pusat informasi bandara sembari berkata “saya seorang dokter dunia, setiap menit waktuku mewakili kehidupan banyak orang sedangkan kalian menginginkan aku menunggu selama 16 jam untuk menunggu pesawat?" sang karyawan menjawab “jika tuan terburu-buru memungkinkan bagimu menyewa mobil maka perjalanan mu tidak sampai 3 jam menggunakan mobil dari sini”. Maka dokter Hisham menerima opsi tersebut dengan terpaksa, dia mengambil mobil dan mulai berjalan. Setelah beberapa saat kemudian, tiba-tiba cuaca berubah drastis mulailah hujan turun dengan lebat hingga dia merasa sulit untuk melih...